Tampilkan postingan dengan label apis mellifera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apis mellifera. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2014

7 MANFAAT MADU ASLI MURNI ALAMI BAGI KESEHATAN


Selama ribuan tahun madu digunakan dalam berbagai pengobatan. Al Quran dari sejak 1.400 tahun lalu menyatakan:
“Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [QS. An-Nahl: 68-69]
Sebelum antibiotik ditemukan di tahun 1930-an, madu masih digunakan dalam perawatan berbagai penyakit. Dengan beralihnya manusia ke pengobatan modern, madu kian tersisih perannya. Belakangan ini ketika banyak bakteri menjadi resisten terhadap obat-obatan, banyak orang “kembali ke alam” dengan memanfaatkan madu dalam pengobatan.
Apa saja khasiat madu? Berikut adalah 7 manfaat madu bagi kesehatan:

1. Obat luka dan borok.

Madu selama berabad-abad telah digunakan untuk perawatan luka dan borok. Madu berisi glukosa dan enzim yang disebut oksidase glukosa. Pada kondisi yang tepat, oksidase glukosa dapat memecah glukosa madu menjadi hidrogen peroksida, zat yang bersifat antiseptik kuat. Madu dalam kemasan tidak dapat melakukan reaksi ini. Untuk menjadi aktif dan mengurai glukosa madu, oksidase glukosa memerlukan lingkungan dengan pH 5,5-8,0 dan natrium. PH madu murni yang berkisar antara 3,2 dan 4,5 terlalu rendah untuk mengaktifkan enzim. Kulit dan cairan tubuh (misalnya darah) memiliki pH relatif tinggi dan mengandung natrium sehingga memberikan kondisi yang tepat untuk pembentukan hidrogen peroksida.

2. Merangsang pertumbuhan jaringan

Propolis, enzim, dan serbuk sari, vitamin dan mineral dalam madu dapat merangsang pertumbuhan jaringan baru. Bila digunakan pada luka bakar, madu akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah jaringan parut.

3. Menghaluskan kulit

Asam glukonat dan asam organik ringan lainnya yang terdapat dalam madu dapat melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi, mengurangi keriput dan garis penuaan, menyeimbangkan minyak, dan meningkatkan elastisitas kulit. Madu juga mengandung gula dan asam amino yang membantu mempertahankan kelembaban kulit.

Nilai Gizi Madu per 100 g
Energi304 kcal
Karbohidrat82.4 g
Gula82.12 g
Serat0.2 g
Lemak0 g
Protein0.3 g
Air17.10 g
Riboflavin (Vit. B2)0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B3)0.121 mg (1%)
Asam Pantotenat (Vit. B5)0.068 mg (1%)
Vitamin B60.024 mg (2%)
Folat (Vit. B9)2 mg (1%)
Vitamin C0.5 mg (1%)
Kalsium6 mg (1%)
Besi0.42 mg (3%)
Magnesium2 mg (1%)
Fosfor4 mg (1%)
Potasium52 mg (1%)
Sodium4 mg (0%)
Zinc0.22 mg (2%)

5. Antioksidan kuat

Madu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi sehingga menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan, antioksidan yang disebut “pinocembrin” hanya ditemukan dalam madu. Hal ini membuat tubuh Anda lebih sehat, terhindar dari penyakit dan terlihat lebih awet muda.

6. Menurunkan glukosa dan kolesterol darah

Meskipun lebih manis dari gula, madu memiliki indeks glikemik rendah karena diserap ke dalam aliran darah secara bertahap. Anda yang memiliki diabetes harus mengurangi makanan berindeks glisemik tinggi karena akan mendorong lonjakan glukosa darah.
Madu adalah alternatif pemanis yang paling aman dibandingkan gula atau gula sintetis. Beberapa penelitian bahkan menduga madu dapat menurunkan glukosa darah. Mineral dan vitamin alami dalam madu juga membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol buruk) dalam tubuh.

7. Meringankan penyakit pernafasan

Madu sangat efektif untuk penyakit pernapasan. Sebuah studi di Bulgaria pada hampir 18.000 pasien menemukan bahwa madu membantu mengatasi bronkitis kronis, bronkitis asma, rinitis kronis, alergi dan sinusitis. Madu adalah obat yang efektif untuk pilek, flu, dan infeksi pernapasan.
Selain ketujuh manfaat di atas, madu secara keseluruhan sangat baik untuk Anda karena mengandung banyak sekali vitamin dan mineral (lihat tabel). Madu berwarna gelap mengandung jumlah nutrisi yang lebih tinggi daripada yang berwarna lebih terang. Sebaliknya, gula pasir tidak memiliki nutrisi atau antioksidan sama sekali. Jadi, mengganti gula dengan madu sebagai pemanis memiliki banyak keuntungan.


Rabu, 10 Desember 2014

BUNGA TANAMAN KALIANDRA MERAH DAN LEBAH MADU APIS MELLIFERA

Kaliandra merah (calothirsus) merupakan tanaman pagar yang perakarannya kuat karena tipe akarnya yang masuk ke dalam. Karakteristik ini lah yang dipakai alasan mengapa kaliandra sangat cocok untuk tanaman pagar pada tanah yang mempunyai kemiringan tajam. Kaliandra berbunga sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Bila menanam mulai biji, kaliandra akan mulai berbunga pada maksimum usia 2 tahun. Kaliandra tahan pada tanah yang terbatas airnya,kering dan tandus, karena perakarannya yang dalam, kaliandra mampu mengikat air sehingga dapat dipakai untuk merehbilitasi kandungan air tanah. Saat tanaman sudah setinggi 1 meter, akan bisa bertahan dan tumbuh subur meskipun saat musim kering (kemarau).
 Kaliandra akan berbunga dan tumbuh subur pada kondisi cuaca yang ekstrim (panas >33 derajat celcius) dan daerah yang tandus, akan tetapi perkembangan generatif terganggu, bunga rontok sebelum jadi buah dan biji,sehingga untuk perbanbanyakannya dengan vegetatif (cangkok, stek, dll). Pada setiap pagi, bila kita amati, di pangkal benang sari terdapat titik2 air berwarna kekuningan, dan bila dijilat berasa manis. Itulah nektar yang disukai lebah, sehingga kaliandra menjadi tanaman primadona bagi pelebah.
 
Sebuah survey di Eropa, dengan 1 ha luasan tanah untuk budidaya kaliandara dalam satu tahun mampu menghasilkan 2 ton madu. Bayangkan, di Eropa terdapa 4 musim, dimana saat musim dingin semua tanaman hampir dipastikan mengalami hibernasi, sehingga tidak ada sedikitpun sumber makanan lebah alami.
http://www.tanjungpinangpos.co.id/wp-content/uploads/2014/11/Kaliandra-Merah-yang-bisa-dimanfaatkan-untuk-energi-alternatif-yang-terbarukan..jpg
Sedangkan di Indonesia, kaliandra akan berbunga tanpa mengenal waktu. Saat ini musim penghujan, kaliandra ku masih tetep menampakkan bunganya dengan gagahnya. Sehingga masa-masa deplesi nektar tidak terjadi di Indonesia. Nah, dengan demikian jumlah produksi 2 ton madu per tahun di Eropa dapat terlampaui. 2 ton saat ini setara dengan 2000 kg x Rp50.000/kg atau sekitar 100 juta. Atau bila di kurskan dengan pendapatan  per bulan sekitar 8 juta per bulan. Praktis kita hanya butuh alat untuk pemanenan madu saja dan investasi awal koloni. Sungguh sangat menggiurkan.

Lahan seluas 1 ha, saat ini sangatlah sulit. Akan tetapi yang perlu diketahui, radius mencari makan lebah 3,2 mill atau sekitar 4.8 km. Artinya berapapun luasan tanah yang kita punya masih sangat menjanjikan. Katakanlah, tanah ukuran 20 x 25 m, bila sebagai tanaman pakar bisa ditanami 90 batang pohon kalindra. sedangkan luasana dalam bisa ditanami pohon berbuah seperti klengkeng dan durian. Bila di tanami klengkeng bisa sekitar 60 batang pohon, bila ditanami durian bisa 20 batang pohon. Disela-selanya bisa ditanami pohon semusim berumur pendek, atau tanaman perdu berbunga yang disukai lebah seperti bunga matahari, lombok, terong, dll.
Kaliandra sangat cepat bertunas setelah di potong. karena itu, kaliandra seringkali dipakai untuk sember makanan ternak baik kambing maupun sapi. Pemotongan terjadwal dapat dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan pakan sepanjang waktu. Kaliandra mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pakan ternak, hal ini telah dilakukan banyak penelitian mengenai manfaat kaliandra sebagai suplemen makanan ternak. Di Jawa Barat, kaliandra telah dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak kambing dan domba. Di Bedugul, Bali, kaliandra dipakai sebagai pakan sapi.
Di berbagai penelitian, telah mempublikasikan kaliandra sebagai tanaman yang sangat mudah beradaptasi dan sebagai tanaman yang mampu merehbilitasi tanah yang tercemar. Di Kalimantan, kaliandra dipakai untuk merehabilitasi tanah bekas tambang batu baru. Kaliandra mampu mengikat unsur2 tertentu (hara) sehingga mampu memulihkan kesuburan tanah, dan juga mampu menguraikan zat pencemar seperti sisa hasil tambang.

BUNGA TANAMAN KALIANDRA MERAH DAN LEBAH MADU APIS MELLIFERA

Kaliandra merah (calothirsus) merupakan tanaman pagar yang perakarannya kuat karena tipe akarnya yang masuk ke dalam. Karakteristik ini lah yang dipakai alasan mengapa kaliandra sangat cocok untuk tanaman pagar pada tanah yang mempunyai kemiringan tajam. Kaliandra berbunga sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Bila menanam mulai biji, kaliandra akan mulai berbunga pada maksimum usia 2 tahun. Kaliandra tahan pada tanah yang terbatas airnya,kering dan tandus, karena perakarannya yang dalam, kaliandra mampu mengikat air sehingga dapat dipakai untuk merehbilitasi kandungan air tanah. Saat tanaman sudah setinggi 1 meter, akan bisa bertahan dan tumbuh subur meskipun saat musim kering (kemarau).
 Kaliandra akan berbunga dan tumbuh subur pada kondisi cuaca yang ekstrim (panas >33 derajat celcius) dan daerah yang tandus, akan tetapi perkembangan generatif terganggu, bunga rontok sebelum jadi buah dan biji,sehingga untuk perbanbanyakannya dengan vegetatif (cangkok, stek, dll). Pada setiap pagi, bila kita amati, di pangkal benang sari terdapat titik2 air berwarna kekuningan, dan bila dijilat berasa manis. Itulah nektar yang disukai lebah, sehingga kaliandra menjadi tanaman primadona bagi pelebah.
 
Sebuah survey di Eropa, dengan 1 ha luasan tanah untuk budidaya kaliandara dalam satu tahun mampu menghasilkan 2 ton madu. Bayangkan, di Eropa terdapa 4 musim, dimana saat musim dingin semua tanaman hampir dipastikan mengalami hibernasi, sehingga tidak ada sedikitpun sumber makanan lebah alami.
http://www.tanjungpinangpos.co.id/wp-content/uploads/2014/11/Kaliandra-Merah-yang-bisa-dimanfaatkan-untuk-energi-alternatif-yang-terbarukan..jpg
Sedangkan di Indonesia, kaliandra akan berbunga tanpa mengenal waktu. Saat ini musim penghujan, kaliandra ku masih tetep menampakkan bunganya dengan gagahnya. Sehingga masa-masa deplesi nektar tidak terjadi di Indonesia. Nah, dengan demikian jumlah produksi 2 ton madu per tahun di Eropa dapat terlampaui. 2 ton saat ini setara dengan 2000 kg x Rp50.000/kg atau sekitar 100 juta. Atau bila di kurskan dengan pendapatan  per bulan sekitar 8 juta per bulan. Praktis kita hanya butuh alat untuk pemanenan madu saja dan investasi awal koloni. Sungguh sangat menggiurkan.

Lahan seluas 1 ha, saat ini sangatlah sulit. Akan tetapi yang perlu diketahui, radius mencari makan lebah 3,2 mill atau sekitar 4.8 km. Artinya berapapun luasan tanah yang kita punya masih sangat menjanjikan. Katakanlah, tanah ukuran 20 x 25 m, bila sebagai tanaman pakar bisa ditanami 90 batang pohon kalindra. sedangkan luasana dalam bisa ditanami pohon berbuah seperti klengkeng dan durian. Bila di tanami klengkeng bisa sekitar 60 batang pohon, bila ditanami durian bisa 20 batang pohon. Disela-selanya bisa ditanami pohon semusim berumur pendek, atau tanaman perdu berbunga yang disukai lebah seperti bunga matahari, lombok, terong, dll.
Kaliandra sangat cepat bertunas setelah di potong. karena itu, kaliandra seringkali dipakai untuk sember makanan ternak baik kambing maupun sapi. Pemotongan terjadwal dapat dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan pakan sepanjang waktu. Kaliandra mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pakan ternak, hal ini telah dilakukan banyak penelitian mengenai manfaat kaliandra sebagai suplemen makanan ternak. Di Jawa Barat, kaliandra telah dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak kambing dan domba. Di Bedugul, Bali, kaliandra dipakai sebagai pakan sapi.
Di berbagai penelitian, telah mempublikasikan kaliandra sebagai tanaman yang sangat mudah beradaptasi dan sebagai tanaman yang mampu merehbilitasi tanah yang tercemar. Di Kalimantan, kaliandra dipakai untuk merehabilitasi tanah bekas tambang batu baru. Kaliandra mampu mengikat unsur2 tertentu (hara) sehingga mampu memulihkan kesuburan tanah, dan juga mampu menguraikan zat pencemar seperti sisa hasil tambang.

Senin, 10 November 2014

TRADISI PANEN MADU APIS LABORIOSA PALING EKSTRIM DI NEPAL

The Gurung tribespeople dari Nepal telah mengumpulkan madu dari tebing Himalaya selama berabad-abad, tapi sekarang gaya hidup mereka berada di bawah ancaman dari komersialisasi dan wisata menawarkan pengunjung kesempatan untuk 'bergabung dengan madu berburu'. Fotografer Andrew Newey menghabiskan dua minggu tinggal dengan Gurung di Nepal tengah, mendokumentasikan risiko dan keahlian yang terlibat dalam tradisi sekarat ini.

The Gurung sesuku Nepal adalah pemburu utama madu, mempertaruhkan hidup mereka mengumpulkan sarang lebah di kaki bukit Himalaya, menggunakan tidak lebih dari tangga tali buatan tangan dan tongkat panjang yang dikenal sebagai tango. Sebagian besar sarang madu lebah 'yang terletak di curam tidak dapat diakses, selatan-barat menghadap tebing untuk menghindari predator dan untuk meningkatkan paparan sinar matahari langsung.

Pada Desember 2013, fotografer Andrew Newey menghabiskan dua minggu tinggal dengan Gurung di sebuah desa puncak bukit terpencil di distrik Kaski tengah Nepal, bergabung dengan tiga hari musim gugur madu berburu, yang enam minggu kemudian dari biasanya karena perubahan iklim dan mengurangi populasi lebah . Sebelum berburu dapat memulai pemburu madu diminta untuk melakukan upacara untuk menenangkan para dewa tebing. Ini melibatkan mengorbankan domba, menawarkan bunga, buah dan beras, dan berdoa kepada para dewa tebing untuk memastikan berburu yang aman.

Seorang pemburu madu menempel huyung ke tangga tali sementara ia menunggu asap mengepul untuk mendorong ribuan marah Apis Laboriosa, madu lebah terbesar di dunia, keluar dari sarang mereka. Meskipun ini menjadi upaya tim - hingga belasan pria dikonsepkan untuk mendukung pemburu atau 'kuiche' - ada keheningan, tekanan dan presisi.

Ditelan oleh tebal, asap tajam, para jousts pemburu sementara di sarang dengan tongkat bambu dengan sabit atau piring kayu di salah satu ujung, memotong sarang lebah terkena jauh dari tebing. Menggunakan tongkat lain untuk memandu keranjang menggantung di sampingnya, ia menangkap sarang lebah yang sudah jatuh sebelum keranjang ini kemudian diturunkan ke tanah.

Salah satu ancaman besar bagi tradisional, madu berburu bertanggung jawab berasal dari reputasi obat tumbuh Himalayan madu, yang semakin diekspor untuk digunakan dalam bahasa Jepang, Cina dan Korea obat-obatan tradisional dan untuk mengobati infeksi dan cedera. Madu musim semi 'Red' adalah yang paling dicari, biaya hingga US $ US15 per kilogram. Tuntutan ini telah mengakibatkan pergeseran kepemilikan tebing jauh dari masyarakat adat kepada pemerintah, yang memungkinkan mereka untuk membuka hak madu panen kepada kontraktor. Pada saat yang sama keengganan generasi muda untuk mengikuti jejak orang tua mereka, karena risiko yang terlibat, pendapatan terbatas dan bergerak menjauh ke kota-kota, juga berkontribusi terhadap angka berkurang pemburu madu tradisional.

Salah satu pria Gurung jam tangan dari dasar tebing sebagai cutter mereposisi dirinya di tangga tali 200ft di atas. Masuknya wisatawan sirkuit Annapurna trekking terkenal di dunia telah mendorong minat kalangan trekking di lembaga dalam mengorganisir 'dipentaskan' peristiwa berburu madu di berbagai bidang seperti Ghandruk, Manang dan Lamjung. Mereka menagih US $ 250 $ 1500 untuk satu acara madu berburu, sangat sedikit dari yang dibayarkan kepada masyarakat adat. Pemburu madu tergoda oleh ini keuntungan finansial jangka pendek untuk panen di luar musim yang normal dengan turis menggunakan peralatan mendaki untuk menemani mereka, merusak tebing dan bersarang dalam proses.

Sebagai pemburu madu menuruni tangga tali, darah, lecet dan sengatan lebah yang identik dengan tradisi berbahaya ini menjadi terlihat.

Setelah tiga jam perjalanan kembali ke desa membawa sekitar 20 kg madu, pemburu ini menikmati sepotong diperoleh dengan susah payah dari sarang lebah oleh api.

Madu dibagi di antara penduduk desa dan salah satu penggunaan pertama adalah untuk secangkir teh madu. Newey diatur untuk mengunjungi situs madu-berburu jauh dari sirkuit Annapurna populer. Meskipun demikian, ia sering diminta oleh pemburu bagaimana dia telah menemukan kapan dan di mana berburu akan berlangsung: ". Karena ini adalah pemburu yang bertanggung jawab mereka khawatir tebing mereka menderita aktivitas wisata yang tidak diinginkan ini jika lokasi itu diungkapkan"

Dengan pendanaan dari pemerintah Austria, yang Pusat Internasional untuk Pembangunan Gunung Terpadu (ICIMOD) adalah menangani masalah yang timbul dari komersialisasi madu berburu dan dampak pariwisata melalui proyek Himalayan Lebah madu. Koordinator proyek bertujuan untuk bekerja dengan para pemburu madu tradisional untuk melestarikan teknik pemanenan berkelanjutan. Mereka juga berharap untuk menemukan cara yang efektif untuk mengatur panen dengan hanya lisensi mereka yang memiliki pengetahuan terbukti dan pengalaman, membatasi jumlah sarang dipanen dan menerapkan sistem denda dan hukuman. Tujuan keseluruhan adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan manfaat finansial dari sumber daya adat sambil menjaga spesies lebah yang akan menjamin penyerbukan tanaman dan pemeliharaan keanekaragaman hayati tanaman dalam jangka panjang.
(Sumber)

Rabu, 05 November 2014

PROSES PANEN MADU KOPI DI GUNUNG KAWI, MALANG

Anda mencari madu asli, madu murni, madu alami? Berarti anda menemukan tempat yang tepat. Kami menjual madu asli murni alami. Karena madu kami peroleh langsung dari lokasi peternakan madu untuk stok madu apis mellifera, apis cerana, dan trigona Sp atau di lokasi pencari madu untuk madu hutan.
Kami menyediakan berbagai jenis madu, diantaranya: madu randu, madu kopi, madu kelengkeng, madu karet, madu kaliandra, madu sono, madu rambutan, madu lanceng/ klanceng/ kelulut/teuweul, gala-gala, madu hutan sialang, madu hutan NTT, madu hutan kalimantan, dan madu hutan jawa. Kami juga menyediakan madu sarang apis cerana.
Berikut adalah dokumentasi panen madu di lokasi budidaya lebah madu di daerah Gunung Wilis, Kediri, Jawa Timur.
















































PROSES PANEN MADU KOPI DI GUNUNG KAWI, MALANG

Anda mencari madu asli, madu murni, madu alami? Berarti anda menemukan tempat yang tepat. Kami menjual madu asli murni alami. Karena madu kami peroleh langsung dari lokasi peternakan madu untuk stok madu apis mellifera, apis cerana, dan trigona Sp atau di lokasi pencari madu untuk madu hutan.
Kami menyediakan berbagai jenis madu, diantaranya: madu randu, madu kopi, madu kelengkeng, madu karet, madu kaliandra, madu sono, madu rambutan, madu lanceng/ klanceng/ kelulut/teuweul, gala-gala, madu hutan sialang, madu hutan NTT, madu hutan kalimantan, dan madu hutan jawa. Kami juga menyediakan madu sarang apis cerana.
Berikut adalah dokumentasi panen madu di lokasi budidaya lebah madu di daerah Gunung Wilis, Kediri, Jawa Timur.